Sebelumnya, Ubisoft memang telah memperkenalkan aplikasi terbaru untuk mencegah pembajakan pada game besutan mereka. Aplikasi ini pun justru malah meresahkan para gamer lantaran modus proteksinya yang menyebalkan.
Berbeda dengan aplikasi Digital Right Management (DRM) lainya, metode yang diusung milik Ubisoft mengharuskan setiap pemain untuk selalu terkoneksi dengan server yang telah ditunjuk oleh Ubisoft.
Nah, beberapa game terbaru seperti Silent Hunter 5 dan Assassin’s Creed 2 pun dikabarkan telah mengadopsi modus proteksi tersebut. Namun naas, sesaat setelah game itu dirilis malah 'mampir' ke tangan para pembajak terlebih dahulu.
salah satu group cracker kondang bernama Skid-Row berhasil membajak game Silent Hunter 5 hanya berselang sehari sejak game tersebut dirilis.
Silent Hunter 5 adalah game berjenis simulasi, di sini gamer akan berkesempatan mengendarai salah satu kapal selam milik Jerman. Game besutan Ubisoft ini pun sudah diluncurkan sejak 3 Maret 2010 lalu.
Berbeda dengan aplikasi Digital Right Management (DRM) lainya, metode yang diusung milik Ubisoft mengharuskan setiap pemain untuk selalu terkoneksi dengan server yang telah ditunjuk oleh Ubisoft.
Nah, beberapa game terbaru seperti Silent Hunter 5 dan Assassin’s Creed 2 pun dikabarkan telah mengadopsi modus proteksi tersebut. Namun naas, sesaat setelah game itu dirilis malah 'mampir' ke tangan para pembajak terlebih dahulu.
salah satu group cracker kondang bernama Skid-Row berhasil membajak game Silent Hunter 5 hanya berselang sehari sejak game tersebut dirilis.
Silent Hunter 5 adalah game berjenis simulasi, di sini gamer akan berkesempatan mengendarai salah satu kapal selam milik Jerman. Game besutan Ubisoft ini pun sudah diluncurkan sejak 3 Maret 2010 lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar